Cara Warteg Siasati Penurunan Omzet saat Pandemi Covid-19

KOMPAS.com – Aturan pemerintah untuk mengurangi aktivitas makan di luar rumah selama masa pandemi Covid-19 berdampak bagi sejumlah pelaku usaha makanan. Wakil Pemilik Warteg Kharisma Bahari, Abdul Somad, menuturkan, selama pandemi Covid-19 usaha warteg di cabang daerah perkantoran mengalami penurunan omzet sekitar 30-50 persen. Penurunan omzet usaha makanan yang sangat besar membuat para pelaku usaha harus memikirkan cara untuk mempertahankan usaha miliknya. Baca juga: Pengusaha Warteg Tak Keberatan dengan Aturan Makan di Tempat 20 Menit “Masa pandemi seperti ini, paling tidak harus pintar menyusun strategi jualan,” kata Abdul kepada Kompas.com, Rabu (28/7/2021).

“Dari segi belanjaan sampai pengolahannya, kita harus bisa mengatur dan mengontrol,” lanjutnya. Abdul mengatakan sudah melakukan beberapa strategi penjualan pada masa pandemi. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Mulai dari mematuhi protokol kesehatan, memperluas metode pemesanan melalui ojek online, sampai mengurangi porsi masakan. “Kita juga melakukan pengolahan dan pengurangan jumlah masakan,” kata Abdul. Baca juga: PPKM Level 4, Warteg Boleh Dine In 20 Menit dan Restoran Hanya Takeaway “Kalau satu hari warung itu ramai dan bisa menghabiskan makanan sebanyak satu kilogram, artinya jangan masak langsung satu kilogram,” jelasnya. Kini pengusaha warteg akan masak makanan setengah dari porsi biasa. Setelah makanan habis terjual, baru masak lagi.

Cara lain untuk meningkatkan omzet warteg miliknya adalah dengan memperluas metode pemesanan melalui ojek online. Akan tetapi, menurut Abdul, akhir-akhir ini pendapatan dari ojol pun tidak sebesar biasanya. Baca juga: Perjuangan Restoran Padang Selama Pandemi, Omset Turun hingga 70 Persen Menurut pengamatan Abdul, pelanggan Warteg Kharisma Bahari lebih banyak yang suka makan di tempat dibandingkan membungkus atau memesannya melalui ojol. Hal itu tidak selaras dengan aturan makan di tempat selama 20 menit yang diterapkan oleh pemerintah di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 ini. “Pesanan dari ojek online juga ikutan turun. Ya karena memang kalau orang bilang, makan kalau tidak di tempat tuh tidak enak,” tutur Abdul.

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.COM dengan judul Cara Warteg Siasati Penurunan Omzet saat Pandemi Covid-19.

Sumber: KOMPAS.COM

Ada yang bisa kami bantu
Sayudi
Abdul Somad
Deddy